Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Doa Agar Istiqamah di Atas Sunnah

Doa Agar Istiqamah di Atas Sunnah

DOA PERMOHONAN AGAR ISTIQAMAH DI ATAS SUNNAH

Seringnya permohonan terhadap sesuatu menunjukkan besarnya hajat terhadap hal tersebut.

Rasanya tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa permohonan yang paling layak untuk diulangi dan terus diminta ialah permohonan untuk kokoh di atas hidayah Islam.

- Siapa kah kita? Bahkan Rasulullah ﷺ pun dikatakan oleh Anas bin Malik :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ : " يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ "

Sesungguhnya Rasulullah ﷺ seringkali memanjatkan doa :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ 

Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik

"Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan lah hati hamba di atas agama-Mu." -SHAHIH- (Syaikh Nashir) HR. At Tirmidzi (2140)

- Bukan hanya Anas! Pernyataan serupa juga disampaikan oleh istri tercinta Baginda Nabi ﷺ, 'Aisyah radhiyallahu 'anha :

دَعَوَاتٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ يَدْعُو بِهَا : " يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ". 

Rangkaian doa yang seringkali dipanjatkan oleh Rasulullah ﷺ ialah

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik

"Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan lah hati hamba di atas agama-Mu."

Ibunda kita, Aisyah pun menanyakan sabab-musabab dari hal itu, maka Beliau ﷺ menyatakan :

إِنَّ قَلْبَ الْآدَمِيِّ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِذَا شَاءَ أَزَاغَهُ، وَإِذَا شَاءَ أَقَامَهُ 

"Sesungguhnya hati manusia berada di antara dua Jari dari Jemari Allah. Bila Allah ingin; Allah simpangkan dia. Dan bila Allah ingin; Allah kokohkan hatinya." -SHAHIH LI GHAIRIH- (Tahqiq Musnad) HR. Ahmad

☑️ Sebagai penutup dari tulisan ringkas ini, simaklah ucapan dari Imam Al Baghawi rahimahullah berikut :

"Dalam riwayat ini terdapat penjelasan bahwa seorang hamba tidak sedikitpun memiliki peranan dalam urusan bahagia dan sengsaranya.

Bahkan, saat dia dapat hidayah itu karena Allah memberinya hidayah. Saat dia kokoh di atas iman maka karena Allah mengokohkan imannya. Dan demikian pula, saat dia tersesat itu dikarenakan Allah memalingkannya dari petunjuk. Allah ta'ala berfirman :

بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ

"Bahkan Allah yang berjasa atas kalian saat Dia memberikan hidayah menuju iman." (QS. Al Hujurat : 17)

Dan Dia juga berfirman saat mengisahkan tentang ucapan pujian penduduk surga :

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ

"Segala pujian bagi Allah yang telah menunjuki kami jalan menuju surga. Tidak mungkin kami mendapatkan hidayah jika Allah tidak memberi kami hidayah." (QS. Al A'raaf : 43)

Dan Allah ta'ala berfirman :

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ

"Allah mengokohkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh di kehidupan dunia dan akhirat." (QS. Ibrahim : 27) -Syarhus Sunnah oleh Imam Al Baghawi, I/167-

📜 Bahan Bacaan:
[ Fiqh Al Ad'iyah wa Al Adkar hlm. 906-907 ]


✍🏼 -- Muara Badak @ Kutai Kartanegara
-- Hari Ahadi, Jelang Pulang 01 Jumadil Awal 1439 / 18 Januari 2018



▶️ Mari ikut berdakwah dengan turut serta membagikan artikel ini, asalkan ikhlas insyaallah dapat pahala.

•••
📡 https://t.me/nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.com

Ketika Imam Qunut Shubuh, Makmum Ikut atau Tidak?

Ketika Imam Qunut Shubuh, Makmum Ikut atau Tidak?

بسم الله الرحمن الرحيم

APA YANG DILAKUKAN MAKMUM APABILA IMAM QUNUT PADA SHALAT SUBUH

Asy Syaikh Al-Allamah Muqbil Ibnu Hadi Al-Wadi'i rahimahullah

Pertanyaan: 

Kami shalat subuh dibelakang imam yang melakukan qunut, apa yang mesti kita lakukan ketika dia qunut, terkhusus apabila dia lama dalam doanya?

Jawaban: 

Alhamdulillah dalil-dalil, tidak ada padanya penyesatan, kami nasihatkan kepada ahlussunah untuk membedakan diri dari ahli bid'ah, maka hendaklah mereka lakukan hal ini, meskipun mereka mesti membangun Masjid dari batu bata atau diperbaiki dengan rantai(seadanya) sampai Allah mudahkan bagi pelaku kebaikan untuk memperbaiki masjid mereka. 

Adapun jika kamu dalam kondisi terdesak pada hal yang demikian itu maka shalatmu sah in sya Allah. 

Namun jangan kamu ikuti imam tersebut ketika qunut, jika manusia (para makmum) mengaminkan, maka kamu jangan mengaminkan, adapun mengangkat kedua tangan maka tidak ada riwayat yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa salam, sungguh telah datang hadits dari Abdullah Ibnu Nafi' Abul'amya' dan hadits tersebut adalah dhaif (lemah), 

Dan telah datang hadits didalam musnad Al-Imam Ahmad rahimahullah, yang hadits tersebut secara dzahir adalah hadits yang shahih, namun hadits tersebut didalam riwayat Al-Imam Al-Bukhari dan tidak ada padanya tambahan lafadz ini yaitu mengangkat kedua tangan, 

Atas dasar ini kita berlepas diri dan menyatakan bahwa hadits mengangkat kedua tangan adalah hadits yang dhaif (lemah). 

Maka jangan kamu mengaminkan setelahnya, kamu tetap berdiri dan shalatmu sah in sya Allah, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam mengatakan: 

صلوا فإن أصابوا فلكم ولهم وإن أخطأوا فلكم وعليهم 

Artinya: 
"Shalatlah kalian, jika mereka benar, maka kalian dan mereka mendapatkan pahala, dan jika mereka yang salah, kalian tetap mendapatkan pahala dan mereka yang menanggungnya". 

Sumber:💻
http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2689

Alih bahasa: 📲
Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له. 

Channel telegram: https://t.me/alfudhail

Apa yang dilakukan makmum ketika imam qunut shubuh?
Apa yang dilakukan makmum ketika imam qunut shubuh?


Kenapa Doa Belum Terkabul? Inilah Sebabnya

Kenapa Doa Belum Terkabul? Inilah Sebabnya

KENAPA HARAPAN DAN DOA BELUM TERKABUL?

 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin –rahimahullah- berkata:

Jika ada seseorang berkata:
”Terkadang seseorang berdoa namun Allah tidak meng-ijabahi doanya, sementara di sini Zakaria ‘alaihissalam berkata (sebagaimana dalam firman-Nya):

﴾إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء ﴿٣٨ 

”Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (Q.S. Ali-Imraan : 38)

Dan Ibrahim ‘alaihissalam berkata (sebagaimana dalam firman-Nya):

﴾إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاء ﴿٣٩

"Sesungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa". (Q.S. Ibrahim : 39)

Maka jawabannya dikatakan:
Bahwa Allah tidak mengabulkan suatu doa, baik itu karena:

⭕ Adanya hal yang mencegah (terkabulnya),
⭕ Atau untuk kemaslahatan bagi orang yang berdoa,
⭕ Atau karena luputnya syarat-syarat(pengabulan doa).

Adapun jika :
▪ telah sempurna syarat-syaratnya,
▪ tidak ada hal-hal yang mencegah(dari ijabah),
▪ dan tidak ada konsekuensi maslahat yang bertentangan dengan apa yang dimohonkan oleh yang berdoa, maka Allah Ta’ala sungguh pasti akan mengabulkan doa tersebut. Sebab Allah Ta’ala berfirman:

﴾ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ﴿٦٠

"Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Q.S. Ghafir: 60.)

Sehingga apabila seorang insan berdoa kepada Rabbnya sedangkan hatinya lalai, ia berkata “Ya Allah sungguh aku memohon kepadamu surga dan apa-apa yang mendekatkan kepadanya dari ucapan dan perbuatan” namun hatinya tersibukkan dengan hal yang lain. Maka hal ini terkandung padanya adab yang jelek kepada Allah.

Sehingga terkadang luput pengabulan doa karena tidak terpenuhi syaratnya.

Adapun yang tergolong pencegah (terkabulnya doa) diantaranya seseorang makan sesuatu yang haram –__wal’iyadzubillah__. Sebab memakan suatu yang haram termasuk penghalang terbesar untuk dikabulkannya doa. Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إلاَّ طَيِّباً

“Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik.

Dan sungguh Allah telah memerintah orang-orang mukmin dengan apa yang Dia perintahkan kepada para Rasul, Dia berfirman:

﴾يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ ﴿٥١

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Mukminuun: 51.)

Dan Allah berfirman:

﴾يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ﴿١٧٢

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu. (Q.S. Al-Baqarah : 172.)

Kemudian disebutkan seorang yang sedang dalam safar yang panjang, yang kusut rambutnya dan berdebu seluruh tubuhnya, ia menjulurkan tangannya ke langit (berdoa) “Wahai Rabbku, wahai Rabbku” sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diasupi dengan sesuatu yang haram, lalu bagaimana akan dikabulkan untuknya?!” [H.R. Muslim]

Wal’iyadzubillah (kita berlindung kepada Allah). Sangatlah jauh untuk Allah mengabulkan orang yang berdoa ini.

Sehingga di sini luput pengabulan doa karena ada sesuatu yang mencegahnya.

Dan kadangkala (tidak dikabulkan) demi kemaslahatan orang yang berdoa.
Allah simpan untuknya sesuatu -yang lebih baik dari yang ia minta- di sisi-Nya.
Atau Allah mengetahui bahwa andai Dia mengabulkannya niscaya ia mendapatkan kejelekan dalam agamanya.

Contohnya: dengan dikabulkan doanya menjadi sebab ia mendapatkan musibah dalam diinnya. Maka dengan rahmat dari Allah dan hikmah-Nya, Dia tidak mengabulkan doa ini karena demi kemaslahatan orang yang berdoa.

Oleh sebab itu, sepatutnya bagi seseorang untuk :
▪ Tidak bosan jika telah berdoa dan belum dikabulkan.
▪ Dan tidak berprasangka jelek dan sedih lalu berkata “Aku telah berdoa lalu berdoa namun tidak dikabulkan untukku!”. Maka jika ia berkata demikian niscaya tidak terkabul untuknya.

Sehingga(dengan penjelasan di atas) hilanglah _isykal_(problem) yang muncul dari firman-Nya:

﴾إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء ﴿٣٨

”Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". Q.S. Ali-Imraan:38

Sumber : Tafsir Surat Ali-Imraan, Al-‘Utsaimin, 1/ 239 – 240.

#berprasangka baik kepada Allah, memperbaiki amalan, menjauhi larangan, meningkatkan ketakwaan.

Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

Kenapa Doa Belum Terkabul?
Kenapa Doa Belum Terkabul?


Tafsir Surat Al Muawidzatain (Khutbah Jumat)

Tafsir Surat Al Muawidzatain (Khutbah Jumat)

KHUTBAH JUM'AT AL MUAWIDZATAIN

DR. Khalid bin Dhahawi Adz Dzafiri hafidzahullah

Khutbah Pertama

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah. Kita memuji-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kita berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa-jiwa kita dan kejelekan amalan-amalan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk kepadanya, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepadanya. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tidak ada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

Adapun setelah itu:

Maka sesungguhnya sejujur-jujur ucapan adalah firman Allah, dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan sejelek jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dalam agama. Dan setiap perkara yang diada-adakan dalam agama adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.

Adapun setelah itu:

Wahai hamba-hamba Allah, Sungguh Allah telah menurunkan dalam kitab- Nya yang mulia surat-surat agar manusia mentadaburinya dan mengambil manfaat dengan apa apa yang terkandung padanya dari ayat ayat dan keberkahan- keberkahan, obat-obat penawar dan rahmat.

Allah  'azza wajalla berfirman:

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

"Dan ini (Al-Qur'an), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan mereka selalu memelihara shalatnya." [Al An'am:92]

Dan Allah 'azza wajalla berfirman:

الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

"Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Rabb Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji." [Ibrahim:1]

Dan Allah azza wajalla berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."[Shad:29]

Dan Allah 'azza wajalla berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian." [Al Isra':82]

Dan termasuk apa yang Allah –subhanahu wata'ala– telah menurunkannya dari al qur an adalah 3 surat yang kita banyak membacanya, akan tetapi sedikit dari kita yang memahami makna-maknanya dan apa yang ditunjukkan olehnya, dan mengetahui keutamaan -keutamaannya, yaitu surat Al Ikhlash, Al Falaq, danAn Nas (al mu'awwidzataan).

Imam Ahmad  –rahimahullah– telah meriwayatkan dari Ubai bin Ka'ab –radhiallahu 'anhu– tentang sebab turunnya surat Al Ikhlash 

أَنَّ الْمُشْرِكِينَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يَا مُحَمَّدُ [ص:144] ، انْسُبْ لَنَا رَبَّكَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ} [الإخلاص: 2] لَمْ يَلِدْ، وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ”  

Bahwasanya orang-orang musyrikin berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : “Wahai Muhammad sebutkan kepada kami tentang nasab Rabbmu.” Maka Allah –subhanahu wata’ala– menurunkan surat ini yang artinya : “Katakanlah (wahai Muhammad) Dia lah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara denganNya.”

Dan surat al ikhlash ini adalah sifat Ar Rahman dan termasuk sebab sebab kecintaan Allah –ta'ala–bagi pembacanya.

Dan Imam Al Bukhari –rahimahullah– meriwayatkan dalam shahihnya dari 'Aisyah –radhiallahu 'anha–, Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang pada suatu pasukan kecil. Dan dia membaca dalam shalat ketika mengimami teman-temannya kemudian menutup bacaannya dengan

قل هو الله أحد. 

Maka tatkala mereka kembali, diceritakan perkara tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau bersabda: "Kalian tanyakan padanya: "Untuk apa dia melakukan perkara tersebut? Maka mereka menanyainya. Lalu dia menjawab: Karena ia (surat Al Ikhlas) adalah sifatnya Ar Rahman, maka saya cinta untuk membacanya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Kabarkanlah oleh kalian bahwa Allah mencintainya."

Dan termasuk keutamaan surat Al Ikhlash adalah bahwa dia setara dengan 1/3 Al Qur'an.
Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa'id –radhiallahu 'anhu– bahwasanya ada seorang  laki-laki mendengarkan orang lain membaca:

قل هو الله أحد 
dan mengulang-ulangnya.

Maka tatkala masuk waktu pagi dia datang kepada Rasulullah lalu menyebutkan perkara tersebut kepada beliau. Dan seakan akan orang tadi memperdebatkannya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ditangan Nya, sesungguhnya surat Al Ikhlash itu setara dengan 1/3 Al Qur'an.

Dan termasuk keutamaan surat Al Ikhlash bersamaan Al Muawidzatain (An Nas dan Al Falaq) adalah dapat sebagai ruqyah dan sebagai sebab-sebab kesembuhan. Dan Imam Al Bukhari meriwayatkan dari 'Aisyah –radhialkahu 'anha– bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika berbaring ketempat tidurnya setiap malam, beliau menyatukkan telapak tangannya kemudian meniup pada telapak tersebut lalu membaca pada kedua telapak tangannya:

قل هو الله أحد ،قل أعوذ برب الفلق ،قل أعوذ برب الناس .

Lalu mengusapkan dengan keduanya, pada apa yang yang beliau mampu dari badannya. Beliau memulai dengan kedua telapaknya bagian kepalanya dan wajahnya dan apa yang terjangkau dari badannya. Beliau melakukannya 3kali.

Dan adapun hadits hadits yang tertera ada tentang keutamaan Al Mu'awwidzatain, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan imam Muslim dalam shahihnya dari 'uqbah bin 'ami –radhiallahu 'anhu– dia berkata: bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : "Tidakkah engkau melihat ayat ayat yang diturunkan pada malam hari ini, belum pernah terlihat semisal keduanya sekalipun; Qul a'udzubirabbil falaq dan Qul a'udzubirabbinnas."

Dan imam Bukhari dan muslim meriwayatkan 'Aisyah –radhiallahu 'anha– : bahwa Rasulullah ﷺ jika mengeluhkan sesuatu beliau membaca untuk dirinya An Naas dan Al Falaq dan meniupkannya. Maka tatkala semakin bertambah sakitnya, aku membacakan untuknya 2 surat tersebut dan mengusapkan dengan tangan beliau dalam rangka mengharap berkahnya.

Dan Imam An Nasa-i meriwayatkan dari Abdullah bin Hubaib –radhiallahu 'anhu– bahwa Nabi ﷺ bersabda:

قل أعوذ برب الفلق .قل أعو ذ برب الناس

tidaklah manusia berta'awudz dengan yang lebih utama dari pada dengan 2 surat tersebut.

Ahlu Sunan meriwayatkan dari Abu Sa'id –radhiallahu 'anhu– : Bahwa Rasulullah ﷺ dahulu meminta perlindungan dari mata- mata jin dan mata mata manusia. Maka tatkala turun surat An Naas dan Al Falaq, beliau menggunakan keduanya dan meninggalkan apa yang selain keduanya.

Maka inilah wahai hamba-hamba Allah secara global dari keutamaan- keutamaan surat-surat ini agar menjadikan kita semangat atasnya untuk bersungguh- sungguh dalam membacanya dengan bacaan yang penuh pemahaman dan penghayatan. 

Untuk itu kita berhenti bersama tafsir 3 surat ini dengan tafsir yang ringkas.
Maka firman Allah:

(قل هو الله أحد)
yaitu(قل):sebuah ucapan yang pasti dengangnya, meyakininya, mengetahui maknanya.

(قل هو الله أحد)
yaitu:telah terkhusus pada Nya keEsaan. Maka Dia Yang Tunggal Bersendiri dengan kesempurnaan yang bagi-Nya nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang sempurna lagi tinggi dan perbuatan-perbuatan yang tersucikan yang tidak ada bandingan dan semisal bagi-Nya.

(الله الصمد)
Yaitu Dzat yang ditujukan kepada-Nya seluruh kebutuhan-kebutuhan. Maka penduduk alam ini baik yang atas ataupun yang bawah, semua butuh kepada-Nya dengan puncaknya rasa butuh, mereka meminta kepada-Nya kebutuhan-kebutuhan mereka, dan berharap kepada-Nya berbagai kepentingan mereka. Karena Dia Yang Maha Sempurna pada sifat-sifat -Nya, Yang Maha Mengetahui yang sempurna dalam ilmunya, Yang maha santun yang sempurna kesantunannya, Yang maha penyayang yang sempurna sifat sayang-Nya yang sifat sayang-Nya meliputi segala sesuatu. Dan demikianlah seluruh sifat-sifat-Nya. Dan termasuk kesempurnaan-Nya, bahwasanya

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
"Dia tidak beranak dan tidak diperanakan." [Al Ikhlash:3] Karena Kesempurnaan sifat kaya -Nya

وَلَمْ يَكُن لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
"Tidak ada satupun yang setara dengan Nya." [Al Ikhlash:4] tidak setara, baik dalam nama-nama -Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya تبارك وتعالى.

Maka surat ini mencakup tetang Tauhid asma wa shifat.
Dan adapun surat Al Falaq, maka firman -Nya:

قل أعوذ برب الفلق
"katakanlah: aku berlindung kepada Robb nya al falaq." [Al falaq:1] Yaitu katakanlah dalam keadaan meminta perlindungan.

Aku berlindung: yaitu minta perlindungan, pemeliharaan, penjagaan, 
 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

"Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh (fajar)."[Al Falaq:1]

Yaitu:Yang membelah biji-bijian, Yang membelah waktu shubuh.

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
"dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan."[Al Falaq:2]

Dan ini mencakup semua apa yang Allah ciptakan; dari manusia, jin, dan binatang. Maka minta untuk dilindungi kepada Penciptanya dari kejelekan yang ada padanya.
Kemudian Dia khususkan setelah yang umum, lalu Dia berfirman:

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
"dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita." [Al Falaq:3]

Yaitu kejelekan yang terjadi pada malam hari sehingga meliputi manusia dan menyebar padanya ruh-ruh(setan/jin) jahat dan hewan-hewan yang menyakiti.

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

"dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)."[Al Falaq:4]

Yaitu: dan dari tukang-tukang sihir, yang mereka minta bantuan atas sihir-sihir mereka dengan meniup pada buhul-buhul.

(ومن شر حاسد إذا حسد) 

"Dan dari kejelekan orang yang hasad (dengki)jika dia hasad." [Al Falaq:5]

Orang yang dengki dialah yang menyukai hilangnya nikmat dari orang yang didengki. Maka dia berusaha dalam menghilangkan nikmat itu dengan apa yang dia mampu dari berbagai sebab-sebab, maka dibutuhkan permintaan perlindungan kepada Allah dari kejelekannya dan menolak makarnya. Dan termasuk dari pelaku kedengkian adalah orang yang menimpakan penyakit ain, karena tidaklah terjadi 'ain kecuali dari orang yang dengki yang jelek tabiatnya yang kotor jiwanya.

Maka surat-surat ini mencakup permintaan perlindungan dari seluruh jenis kejelekan baik secara umum ataupun secara khusus. Dan surat-surat ini menunjukan bahwa sihir ada kenyataannya yang ditakutkan gangguannya. Dan dimintakan perlindungan kepada Allah darinya dan dari pelakunya, kita berlindung kepada Allah dari bisikan-bisikan syaithan dan dari kehadirannya.

Saya ucapkan apa yang kalian dengar dan aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung untukku dan untuk kalian dari setiap dosa. Maka mintalah ampun kalian kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Khutbah Kedua

Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam atas Rasulullah dan keluarganya, para sahabatnya dan orang yang mengikuti petunjuknya. Adapun setelah itu:

Wahai hamba-hamba Allah..
adapun surat An Nas maka surat ini mencakup atas permohonan perlindungan kepada kepada Rabb manusia dan Rajanya manusia dan Sesembahan manusia dari setan yang dia itu induk segala kejelekan semuanya dan sumbernya kejelekan, yang termasuk fitnahnya dan kejelekannya ialah membisik-bisikan kejelekan kedada-dada manusia. Maka setan menghias-hiasi kejelekan bagi manusia, menampakkan kepada mereka kejelekan tersebut dalam bentuk yang indah dan menyemangati keinginan mereka untuk melakukan kejelekan itu dan menggambarkan jelek kebaikan bagi manusia dan merusak mereka dari kebaikan itu dan memperlihatkan kepada mereka kebaikan tersebut dalam suatu bentuk yang bukan     kenyataannya. Dan dia terus menerus dalam keadaan seperti ini membisik-bisikan dan bersembunyi, yaitu mundur tatkala seorang hamba mengingat Rabbnya dan mohon pertolongan untuk mencegahnya.

Maka sudah seharusnya bagi hamba untuk mohon pertolongan dan perlindungan dan berpegang teguh dengan Rububiyah Allah untuk manusia seluruhnya, dan bahwa makhluk seluruhnya masuk dibawah pengaturan dan kepemilikan Allah. Dan setiap yang melata (hidup) Dialah yang mengambil ubun-ubunnya.

Dan dengan Uluhiyahnya Allah yang telah menciptakan mereka untuk itu, maka tidak sempurna bagi mereka kecuali dengan menolak kejelekan musuhnya, yang dia itu ingin memutus mereka dari Uluhiyahnya dan membatasi antara mereka dan Uluhiyahnya. Dan dia ingin menjadikan mereka termasuk golongannya agar menjadi penduduk Neraka.

Dan bisikan-bisikan was-was, sebagaimana ada dari bangsa jin, ada juga dari manusia. Oleh karena itu Allah عز وجل berfirman:

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
"dari bangsa jin dan manusia." [An Nas:6]

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam pertama, terakhir, lahir maupun batin.
Ya Allah, sesungguhnya kami minta kepada-Mu agar menjadikan kami termasuk penghafal kitab-Mu yang mulia, dan termasuk pembacanya ditengah malam dan penghujung siang. Ya Allah jadikan kami termasuk orang yang mengamalkannya, wahai Rabb semeta alam. Ya Allah kokohkanlah hati-hati kami, ya Allah ,wahai Dzat yang membolak-balikan hati-hati dan penglihatan-penglihatan kokohkanlah hati-hati kami di atas agama-Mu. Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari adzab Neraka.

Dan semoga shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad.

Sumber: https://bit.ly/2T9IhHj

Ustadz Abu Mas'ud Cilacap
ed. 📨Mift@h_Udin✍
Kawunganten, Jum'at 8 Rabi'ul Awal 1440 H

https://telegram.me/salafykawunganten

Tafsir Surat Al Muawidzatain (Khutbah Jumat)

Benarkah Mengucapkan Lailahaillallah Sebelum Mati Pasti Masuk Surga?

Benarkah Mengucapkan Lailahaillallah Sebelum Mati Pasti Masuk Surga?

SEORANG YANG MENGUCAPKAN KALIMAT TAUHID DI AKHIR HAYAT PASTI MASUK SURGA?

[Kaidah Penting tentang Persaksian terhadap Seseorang yang Meninggal Dunia]

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin –rahimahullah-

PERTANYAAN :

“Seorang yang mengucapkan syahadat sebelum wafatnya apakah ia  masuk dalam sabda Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- ”Siapa yang akhir kalamnya di dunia “Laa ilaaha illallah niscaya masuk surga”?”

JAWABAN :

“Jika seseorang berkata “Laa ilaaha illallah” -di saat kematiannya – dan hatinya meyakininya maka ia masuk (yang disebut) di dalam hadits.

Namun hendaknya diketahui bahwa:

”Nash-nash (Al-Qur’an dan Sunnah) yang secara umum menyebutkan tentang suatu perkara yang memasukkan ke dalam surga atau ke neraka, tidak diterapkan kepada individu tertentu kecuali dengan adanya dalil.”

Sebagai permisalan (hadits):

مَنْ كَانَ آخِرَ كَلامِهِ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

Siapa yang akhir ucapannya “Laa ilaaha illallah” niscaya masuk surga”.

Andai kita mengetahui bahwa orang ini, akhir ucapannya di dunia adalah “Laa ilaaha illallah” maka yang kita ucapkan:

“Semoga ia termasuk penghuni surga.”

Sehingga al-mu’ayyan (individu tertentu) tidak di-jazm (dipastikan) untuknya.

Tidak lain katakan “diharapkan” jika orang itu dalam kebaikan dan “dikhawatirkan” apabila orang tersebut dalam kejelekan (saat kematiannya). Sebab dibedakan antara yang umum dan yang khusus.

Kita bersaksi, mengetahui, dan meyakini bahwa setiap mukmin ada di surga. Lalu apakah kita bersaksi bahwa setiap mukmin secara individunya ia di dalam surga?

Jawabnya: Tidak!

Akan tetapi jika kita mengetahui bahwa ia seorang mukmin, kita berharap semoga ia masuk di dalam surga.

Kita beriman bahwa Allah Ta’ala mencintai seorang yang mukmin dan muhsin(berbuat baik ). Sehingga, andaikan kita melihat seseorang berbuat ihsan dan menyaksikan seorang mukmin menegakkan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan, apakah kita bersaksi bahwa Allah mencintainya?

Jawabnya: Tidak!

Sebab ta’yin (penentuan secara khusus) bukan ta’mim (penetapan secara umum). Namun yang kita katakan:

“Kami bersaksi untuk setiap mukmin (secara umum) bahwa Allah mencintainya dan kami berharap semoga orang ini secara individunya termasuk golongan yang Allah ‘azza wa jalla mencintainya”.

Al-Bukhari –rahimahullah- dalam shahihnya telah mengisyaratkan kepada hal ini. Beliau berkata,“Bab: Tidak dikatakan “Fulan mati syahid”.”

Walaupun ia terbunuh fi sabilillah jangan katakan bahwa ia mati syahid.  Dan beliau berdalil dengan sabda Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- :

مَا مِنْ مَكْلُومٍ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ  - وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِهِ - إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَجُرْحُهُ يَثْعَبُ دَمًا اللَّوْنُ لَوْنُ دَمٍ وَالرِّيحُ رِيحُ الْمِسْكِ

Tidaklah seseorang terluka di jalan Allah –dan Allah yang lebih mengetahui siapa yang terluka di jalan-Nya- kecuali ia datang pada hari Kiamat dan lukanya masih mengeluarkan darah, warnanya warna darah sedangkan aromanya aroma misik.

Sabda beliau,“dan Allah yang lebih mengetahui siapa yang terluka di jalan-Nya” mengisyaratkan untuk tidak memberi kesaksian(secara khusus) kepada individu tertentu. Bahkan katakan “Allah yang lebih mengetahui”.

Dan Umar –radhiallahu ‘anhu-, Amirul Mukminin, berkhutbah lalu berkata:

“Sesungguhnya kalian mengucapkan: “Si fulan syahid! Si fulan syahid!”

 Padahal kamu tidak mengetahui mungkin ia berbuat demikian dan demikian?

Namun hendaknya yang kalian katakan,” Siapa yang mati fi sabilillah atau terbunuh maka ia syahid.”

Sehingga beliau –radhiallahu ‘anhu- membedakan antara ta’yin(penentuan khusus) dan ta’mim (penetapan secara umum).”

Fataawa Nuurun ‘alad Darb, al-‘Utsaimin, 1/ 78 - 79.

Alih Bahasa: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafizhahullah

SELENGKAPNYA BACA >> KAIDAH TA'YIN/MEMPERSAKSIKAN INDIVIDU TERTENTU BAHWA DIA MASUK KE DALAM NERAKA ATAU DI DALAM NERAKA ("FIIN NAAR")

https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

Benarkah Mengucapkan Lailahaillallah Sebelum Mati Pasti Masuk Surga?
Benarkah Mengucapkan Lailahaillallah Sebelum Mati Pasti Masuk Surga?


Daftar Poster Gambar Milik Salafy, Jangan Salah Pilih !

Daftar Poster Gambar Milik Salafy, Jangan Salah Pilih !

DAFTAR AKUN POSTER DAKWAH YANG DI KELOLA SALAFIYYIN

Link Poster Salafy : https://t.me/postersalafiyyin

Berikut Daftar Channel Poster Dakwah yang dikelola salafiyyin

( A )
- An Najiyah Design :
https://t.me/annajiyahdesign
- AlfawaidNet:
https://t.me/alfawaaidnet
- Al Faruq Publisher
https://t.me/alfaruqpublisher
- Ashhaabus Sunnah
https://t.me/hikmahsalafiyyah
- al Atsary Majalengka:
https://t.me/salafymajalengka
- al-Barokah Al-atsary Indramayu
http://t.me/albarokahalatsaryindramayu

( B )
- Beranda Poster Sunnah
http://t.me/beranda_poster_sunnah
- Beranda Sunnah
https://t.me/beranda_sunnah


( D )
- Design Salafy
https://telegram.me/designsalafy
- Drdesignandroid
https://t.me/drdesignandroid
- Design Salafy Brebes
 https://t.me/designsalafybrebes
- Dakwah Poster Indramayu
https://t.me/dakwahposterindramayu

( F )
- FBF / Posterfawaiddesain
https://t.me/ForumBerbagiFaidah
- Forum Salafy Purbalingga
http://t.me/ForumSalafyPurbalingga
- Faedah Islamiyah Slogohimo
http://t.me/faedahislamiyahslogohimo
- FAWAID SOLO
https://t.me/fawaidsolo

( G )
- Galery Poster Dakwah / GPD
https://t.me/galeriposterdakwah
- Galery Al Haq
https://t.me/salafymakassar
- Galery Poster Jambi
http://t.me/GDjambi
- Galeri Tauhid
http://t.me/GaleriTauhid

( H )
- Hijrah Design
http://t.me/hijrahdesign

( I )
- Ittiba'us Salaf Design
https://t.me/ittibaaussalafdesign

( J )
- Jejak Salaf Design
https://t.me/jejaksalafdesign
- Jalan Lurus Design
http://t.me/jalanlurusdesign

( K )
- Kajian Islam Temanggung
https://t.me/KajianIslamTemanggung
- Kreasi Syabab
http://t.me/kreasyab

( M )
- Muslim Designz
https://goo.gl/dxCK41
- Muslim Art  / Mosart
https://goo.gl/PyxvjB
- Muslim Beken
https://goo.gl/gLZRS2

( N )
- Nurussunnah Design
https://t.me/nurussunnahdesign
- Nasehat Syabab
https://t.me/NasehatSyabab
- Nasehat Inspirasi
https://goo.gl/KA97aj
- NasehatEtam
https://t.me/nasehatetam

( P ) 
- Poster Fik
https://t.me/posterFIK
- Penebar Cahaya Sunnah
https://goo.gl/Sp2u2a

( Q )
- Qowwamussunnah / QSB
http://t.me/qowwamussunnah

( R )
- Radio Islam Indonesia
http://t.me/radioislam
- Riyadhussalafiyyin (Galeri Faedah Ahlussunnah)
https://t.me/galerifaedah

( S )
- Sunnah Beken
https://t.me/sunnahbeken
- Syabab Salafy
https://t.me/syababsalafy
- Syabab Salafy Creative
https://t.me/syababsalafycreative
- Salafy Cirebon / SC
https://t.me/salafy_cirebon
- Salafy Banjarnegara
https://t.me/salafy_banjarnegara
- Salafy Baturaja
https://t.me/salafybaturaja
- Salafy Ngapak
http://t.me/salafyngapak
- Salafy Cilacap
http://telegram.me/salafycilacap
- Salafy Karangmakmur / SK
https://t.me/salafykarangmakmur
- Salafy Kabaena
http://t.me/salafykabaena
- Salafy Kolaka
http://t.me/salafykolaka
- Salafy Bandung
https://t.me/SalafyBandung
- Salafy Tabalong
https://t.me/salafytabalong

( T )
- Tholibul Ilmi Cikarang
https://t.me/galeri_tic
- Taqriibussunnah Design,
https://t.me/taqriibussunnah_design

( U ) 
- Ukhuwah Anak Kuliah / UAK
https://t.me/ukhuwah_anak_kuliah

( W )
WSI ForumSalafy
https://t.me/forumsalafy

⚠️ TANBIH
Daftar ini dibuat, agar tidak salah memilih dalam menshare Poster.  Jangan sampai kita ikut andil dalam menshare poster milik Hizbiyun, MLMM Rodja, Musho'fiqoh BSH yang sejenis dan semodel dengan mereka.

Kenali Al-haq maka engkau akan mengetahui yang bathil. Jaga manhaj antum, hidayah itu mahal, Kawan!!

Baarokallahu fiykum

Sumber : Designer Pemula

Motto: (Semangat Pantang Mundur, Musuh-musuh dakwah semakin banyak, tingkatkan Kualitas Desain)

insyaa Allah akan terus di update

Update 18 Rabi'ul Awwal 1440 H / 27 November 2018 M

Mengetahui asaatidzah Pembimbing Designer Pemula :
1. Ustadz Taufiq Hafizhahullah
2. Ustadz Miftahudin Hafizhahullah

Daftar Poster Gambar Milik Salafy, Jangan Salah Pilih !
Daftar Poster Gambar Milik Salafy, Jangan Salah Pilih !


Keutamaan Mengunjungi Saudara Muslim

Keutamaan Mengunjungi Saudara Muslim

MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA KARENA ALLAH ADALAH IBADAH YANG SANGAT AGUNG

Perbuatan apa saja yang mesti dilakukan ketika mengunjungi saudara

Assyaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah

Saling mengunjungi karena Allah adalah sunnah dan pendekatan diri kepada Allah, Nabi shallallahu alaihi wa salam bersabda, Allah azza wajalla berfirman :

وجبت محبتي للمتزاورين في وللمتحابين في والمتجالسين في والمتبارين في 

Artinya :
"Pasti akan mendapatkan kecintaanku orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, saling mencintai karena Aku, saling bermajelis karena Aku, saling berbuat baik karena Aku"

Saling mengunjungi karena Allah didalamnya terdapat kebaikan dan kemaslahatan yang sangat banyak,

Ketika mengunjunginya, ucapkan salam kepadanya, jabatlah tangannya, doakan kebaikan untuknya, masing-masing mendoakan saudaranya, beramah tamahlah kepadanya dengan ucapan yang baik, lakukanlah mudzakarah (mengulang-ulang faidah) yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat mereka, ini adalah termasuk dari kesempurnaan berkunjung.

Apabila menolongnya dalam perkara yang dibutuhkannya pada urusan agama dan dunianya, maka ini adalah termasuk kesempurnaan dalam kecintaan dan kesempurnaan dalam berkunjung,

Saya tidak mengetahui perbuatan  khusus yang dilakukan sipengunjung melainkan ucapan salam, berbicara bersama saudaranya, mendoakan untuknya kebaikan , hidayah, dan keistiqamahan.

Dikutip dari : https://binbaz.org.sa/old/29621
Alih bahasa : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu'Umarغفر الرحمن له

Channel telegram : https://t.me/alfudhail

TIPS UNTUK MENGUATKAN KECINTAAN SESAMA SAUDARA

Saling mengunjungi adalah perbuatan yang bisa menumbuhkan rasa cinta didalam hati

Assyaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah

Termasuk dari perbuatan saling mencintai karena Allah adalah saling mengunjungi untuk menguatkan kecintaan, untuk tolong menolong diatas kebaikan, saling menasihati terhadap kebenaran, didalam hadits yang shahih disebutkan :

أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ، فَأَرْصَدَ اللهُ تَعَالَى عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا، فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ الْمَلَكُ قَالَ: أَيْنَ تُرِيدُ؟ قَالَ: أَزُورُ أَخًا لِي فِي هَذِه الْقَرْيَةِ. قَالَ: هَلْ عَلَيْكَ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا؟ قَالَ: لَا، إِلاَّ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللهِ. قَالَ: فَإِنِّي رَسُولُ اللهُ إِلَيْكَ أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ لَهُ

Artinya :
Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di negeri yang lain. Maka Allah  mengutus malaikat di belakangnya. Ketika malaikat ini sampai ke orang tersebut, malaikat bertanya, “Engkau akan berangkat kemana?”
Orang tersebut menjawab, “Aku ingin mengunjungi saudaraku di jalan Allah.”
Malaikat berkata, “Apakah dia memiliki kenikmatan/harta yang engkau kerjakan untuknya?”
Dia menjawab, “Tidak. Hanya saja aku mencintainya karena Allah.”
Malaikat berkata, “Aku adalah utusan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu di jalan-Nya.” (HR. Muslim no. 2567)

Hadits ini menunjukkan keutamaan saling mengunjungi dijalan Allah, mengunjungi kerabat dan sahabat,

Kemudian mengunjungi kerabat didalamnya terdapat menyambung silaturahmi juga,

Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda :

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي 
رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِفَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung rahimnya (silaturahim).”

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda :

لا يدخل الجنة قاطع رحم 

"Tidak akan masuk ke dalam surga pemutus silaturrahmi"

Menyambung silaturahmi adalah termasuk ibadah yang paling afdhal, dan memutus silaturahmi adalah termasuk dari dosa yang paling jelek.

Dikutip dari:
https://binbaz.org.sa/fatwas/13409/%D9%81%D8%B6%D9%84-%D8%B5%D9%84%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%AD%D9%85-%D9%88%D8%B2%D9%8A%D8%A7%D8%B1%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%82%D8%A7%D8%B1%D8%A8-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%AE%D9%88%D8%A7%D9%86

Alih bahasa : Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'Umar غفرالرحمن له.

Channel telegram : https://t.me/alfudhail

KEUTAMAAN MENGUNJUNGI SAUDARA

Assyaikh Al-Allamah Muhammad Ibnu Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, diantara keutamaannya adalah :

  • Mendapatkan pahala yang besar
  • Melunakkan hati,
  • Menjadikan manusia bersatu, 
  • Mengingatkan orang yang lupa dan lalai, 
  • Mengajari orang yang belum mengetahui, 

Pada ziarah(kunjungan) terdapat kemaslahatan yang sangat banyak yang diketahui oleh siapa saja yang telah mencobanya.

Dikutip dari : https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=163757

و قال أيضا: والزيارة لها فوائد منها هذا الأجر العظيم ومنها أنها تؤلف القلوب وتجمع الناس وتذكر الناسي وتنبه الغافل وتعلم الجاهل وفيها مصالح كثيرة يعرفها من جربها. " شرح رياض الصالحين "  ( 3/ 243)

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu'Umarغفر الرحمن له.
Channel telegram : https://t.me/alfudhail

Keutamaan Mengunjungi Saudara Muslim
Keutamaan Mengunjungi Saudara Muslim

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia